Menginvestasikan uang untuk membeli kendaraan bekas sering kali terasa seperti pertaruhan besar, di mana tampilan luar yang mengkilap dapat menyembunyikan sejarah kecelakaan atau perbaikan bodi yang buruk. Sering kali, mata telanjang dapat dikelabui oleh polesan cat yang rapi, namun lapisan di bawahnya mungkin menyimpan “dempul” atau body filler yang sangat tebal.
Perbedaan antara bodi mobil yang orisinal dengan yang telah mengalami perbaikan berat kini tidak lagi harus didasarkan pada perasaan atau ketukan jari semata, melainkan dapat dibuktikan secara ilmiah menggunakan teknologi yang disebut Coating Thickness Gauge.
Apa Itu Coating Thickness Gauge?
Coating Thickness Gauge (alat ukur ketebalan lapisan) adalah instrumen presisi yang digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan kering pada substrat logam. Dalam konteks otomotif, alat ini berfungsi untuk mengukur total ketebalan cat, pernis (clear coat), cat dasar (primer), dan dempul (filler) yang menempel di atas plat besi atau aluminium bodi mobil.

Prinsip kerjanya sederhana namun efektif: alat ini mengirimkan sinyal (baik magnetik maupun arus eddy) yang menembus lapisan non-logam (cat/dempul) hingga menyentuh dasar logam, lalu menghitung jarak kembalinya. Jarak inilah yang dikonversi menjadi satuan ketebalan, biasanya dalam mikron ($\mu m$) atau mil.
Mengapa Deteksi Dempul Itu Penting?
Bagi orang awam, memahami ketebalan cat bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut integritas struktural dan nilai ekonomis kendaraan:
Indikasi Kecelakaan: Ketebalan yang tidak wajar biasanya menandakan panel tersebut pernah penyok parah atau rusak dan diperbaiki dengan menambal dempul, bukan mengganti panel (ganti part).
Kualitas Perbaikan: Dempul yang terlalu tebal berisiko retak (cracking) dalam jangka panjang akibat getaran atau perubahan suhu, yang kemudian dapat memicu karat dari dalam.
Negosiasi Harga: Mengetahui panel mana yang sudah didempul memberikan Anda posisi tawar yang lebih kuat saat menegosiasikan harga mobil bekas.
Standar Ketebalan Cat Mobil Pabrikan
Sebelum melakukan pengukuran, Anda harus memahami angka referensi standar. Meskipun setiap pabrikan memiliki standar sedikit berbeda, rata-rata ketebalan cat orisinal mobil (termasuk primer, cat warna, dan clear coat) berkisar antara:
100 hingga 150 mikron
Atau setara dengan 4 hingga 6 mil
Jika angka yang muncul pada alat jauh melebihi rentang ini, itu adalah indikasi kuat adanya lapisan tambahan.
Langkah-Langkah Mendeteksi Dempul Tebal
Berikut adalah panduan praktis menggunakan Coating Thickness Gauge untuk inspeksi mobil:
1. Kalibrasi Alat
Pastikan alat ukur Anda telah dikalibrasi sesuai petunjuk pabrik. Sebagian besar alat digital modern memiliki fitur auto-calibration, namun ada baiknya mengecek akurasi menggunakan keping kalibrasi (plastic shim) yang biasanya disertakan dalam paket pembelian.
2. Bersihkan Permukaan
Debu atau kotoran tebal dapat mempengaruhi keakuratan sensor. Lap area yang akan diukur dengan kain microfiber bersih untuk memastikan sensor menempel sempurna pada permukaan bodi.
3. Lakukan Pemetaan Pengukuran (Mapping)
Jangan hanya mengukur satu titik. Lakukan pengukuran di setiap panel utama mobil (kap mesin, atap, pintu, bagasi, dan fender).
Titik Referensi: Mulailah dari bagian atap mobil. Bagian atap adalah area yang paling jarang mengalami tabrakan atau pengecatan ulang, sehingga sering dijadikan patokan ketebalan cat orisinal mobil tersebut.
4. Teknik Pengukuran yang Benar
Tempelkan sensor alat secara tegak lurus (90 derajat) terhadap permukaan bodi. Tahan hingga angka muncul di layar. Angkat alat, lalu pindah ke titik lain dengan jarak sekitar 10-20 cm pada panel yang sama.
5. Analisis Angka
Bandingkan angka yang Anda dapatkan:
80 – 160 mikron: Normal (Cat Orisinal).
170 – 250 mikron: Kemungkinan pernah dicat ulang (repaint) atau disiram pernis tambahan tanpa dempul tebal. Ini masih bisa ditoleransi untuk mobil bekas tahun tua.
300 – 500 mikron: Indikasi adanya dempul ringan untuk meratakan gelombang.
Di atas 1000 mikron (1 mm): Waspada. Ini menandakan dempul yang sangat tebal. Panel tersebut kemungkinan pernah rusak parah dan dibentuk ulang menggunakan dempul, bukan dikenteng (diperbaiki logamnya).
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Q: Apakah Coating Thickness Gauge bisa digunakan di bumper plastik?
A: Tidak. Sebagian besar alat standar hanya bekerja pada substrat logam (besi/baja) dan non-ferrous metal (aluminium). Untuk mengukur ketebalan cat pada plastik atau karbon fiber, diperlukan alat khusus berbasis ultrasonik yang harganya jauh lebih mahal.
Q: Apakah mobil dengan angka ketebalan tinggi pasti bekas tabrakan?
A: Belum tentu tabrakan berat, namun pasti pernah mengalami perbaikan bodi. Bisa jadi karena goresan dalam (baret) yang kemudian didempul dan dicat ulang. Namun, angka di atas 1000 mikron hampir selalu menandakan perbaikan berat.
Q: Mana yang lebih baik, satuan mikron atau mil?
A: Keduanya akurat. Namun, di Indonesia dan standar metrik global, satuan mikron ($\mu m$) lebih umum digunakan dan memberikan pembacaan yang lebih detail dibandingkan mil. (1 mil $\approx$ 25.4 mikron).
Q: Apakah alat ini bisa mendeteksi karat di bawah cat?
A: Secara tidak langsung, ya. Jika ada karat yang melepuh di bawah cat, permukaan menjadi tidak rata dan jarak sensor ke logam bertambah, seringkali menghasilkan angka yang tidak konsisten atau sangat tinggi.
Rekomendasi Alat untuk Pengguna
Memilih alat yang tepat bergantung pada kebutuhan frekuensi pemakaian Anda:
1. Untuk Pembeli Mobil Pemula (Sekali Pakai)
Cari alat dengan fitur “Basic Digital Fe/NFe”.
Fitur Wajib: Layar digital, kemampuan mengukur Ferrous (besi) dan Non-Ferrous (aluminium).
Kenapa: Anda tidak butuh memori penyimpanan data atau koneksi Bluetooth. Cukup alat yang menampilkan angka saat ditempelkan. Akurasi kurang lebih 3-5% sudah cukup untuk membedakan dempul vs orisinal.
2. Untuk Pedagang Mobil & Inspektor Jasa
Cari alat kelas “Professional High Precision”.
Fitur Wajib: Kecepatan respon tinggi (fast reading), backlight (untuk inspeksi malam/di garasi gelap), probe yang tahan aus (ruby tip), dan fitur statistik rata-rata.
Kenapa: Efisiensi waktu sangat penting. Alat ini harus tahan banting dan bisa membaca ratusan titik dengan cepat tanpa error.
3. Opsi Hemat: Magnetic Pen Tester
Fitur: Alat analog berbentuk pena dengan magnet.
Cara kerja: Menarik magnet dari bodi. Jika magnet lepas dengan mudah, berarti dempul tebal.
Kekurangan: Sangat tidak akurat untuk mengetahui ketebalan cat ulang tipis, tapi efektif untuk mendeteksi dempul “tembok” yang sangat tebal.
Coating Thickness Gauge TIME®2600: Akurasi, Fleksibilitas, dan Keandalan dalam Genggaman

Kesimpulan
Menggunakan Coating Thickness Gauge adalah langkah cerdas untuk melindungi diri dari kerugian finansial saat membeli kendaraan bekas. Dengan alat ini, Anda dapat melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata: ketebalan dempul yang bersembunyi di balik cat yang mengkilap. Ingatlah bahwa angka 100-150 mikron adalah standar emas untuk cat orisinal.
Jika Anda menemukan variasi angka yang ekstrem atau nilai di atas 500 mikron pada pilar-pilar utama mobil, sebaiknya pertimbangkan kembali atau lakukan pemeriksaan struktur sasis lebih lanjut sebelum memutuskan untuk membeli.
PT Global Teknik Pasundan merupakan perusahaan supplier alat-alat testing dan sistem monitoring, kami menjual Coating Thickness Gauge TIME®2600 untuk pengukuran ketebalan material. Kami juga menyediakan layanan jasa Testing & Monitoring Material dengan kualitas terbaik dan pastinya dengan harga yang bersahabat. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami di:
PT Global Teknik Pasundan
- Alamat: Jl. Pd. Kelapa Raya No.3B, RT.10/RW.1, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450
- Whatsapp / Email : Hubungi Kami
- Telopon atau WA : + 62 895-2811-6846 (Admin)







