Apa Itu Breakdown Maintenance?

Apa Itu Breakdown Maintenance

Apa Itu Breakdown Maintenance?

Breakdown Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan pada peralatan yang sudah rusak, mengalami malfungsi, atau tidak dapat dioperasikan lagi. Fokus utamanya adalah memperbaiki sesuatu yang sudah rusak agar bisa bekerja kembali.

Jenis maintenance ini sangat kontras dengan preventive maintenance (pemeliharaan preventif), yang dilakukan secara rutin untuk mencegah terjadinya kerusakan.

Analogi Sederhana: > Mengganti oli mobil secara rutin adalah preventive maintenance. Sedangkan memanggil mobil derek saat mesin mobil mati total di tengah jalan adalah breakdown maintenance.

2 Jenis Breakdown Maintenance

Tidak semua kerusakan terjadi secara tiba-tiba. Dalam manajemen profesional, strategi ini dibagi menjadi dua kategori:

1. Planned Maintenance (Terencana)

Dalam jenis ini, perusahaan sudah siap dan bahkan memprediksi bahwa kerusakan akan terjadi. Peralatan dibiarkan bekerja sampai rusak—sebuah strategi yang disebut Run to Failure (RTF).

  • Tujuannya: Menekan biaya pemeliharaan rutin pada aset yang tidak kritis.

  • Syaratnya: Harus didokumentasikan dengan ketat agar karyawan tahu bagian mana yang sengaja dibiarkan rusak dan mana yang harus terus dirawat.

2. Unplanned Breakdown Maintenance (Tidak Terencana)

Ini terjadi ketika mesin gagal berfungsi secara tak terduga (sering disebut unplanned downtime). Hampir setiap fasilitas memerlukan sumber daya cadangan untuk menangani hal ini, karena pada titik tertentu, semua alat pasti akan mengalami aus atau kerusakan.

5 Contoh Penerapan Breakdown Maintenance

Strategi ini biasanya diterapkan pada barang-barang yang murah, mudah diganti, atau tidak membahayakan nyawa jika rusak. Berikut contohnya:

  1. Peralatan yang tidak bisa diperbaiki: Alat yang aksesnya sulit atau memang didesain sekali pakai.

  2. Suku cadang murah: Komponen yang lebih hemat jika diganti baru daripada dirawat terus-menerus.

  3. Alat tidak kritis: Contohnya perkakas tangan (hand tools) seperti palu atau obeng.

  4. Barang sekali pakai: Peralatan yang memang harus diganti setelah masa pakainya habis.

  5. Aset berumur pendek: Seperti baterai atau lampu indikator.

Tapi, tidak semua industri menerapkan Breakdown Maintenance. Strategi ini dilarang keras untuk industri yang menyangkut keselamatan nyawa, seperti industri penerbangan atau otomotif (ban), di mana kegagalan kecil bisa berakibat fatal.

Kelebihan dan Kekurangan Breakdown Maintenance

Kelebihan (Pros)

  • Menghemat Biaya: Tidak perlu keluar uang untuk perawatan rutin pada barang murah.

  • Penggunaan Maksimal: Barang digunakan hingga benar-benar habis masa pakainya.

  • Staf Lebih Efisien: Membutuhkan lebih sedikit personel pemeliharaan harian.

  • Sederhana: Mudah dipahami kapan perbaikan harus dilakukan (saat alat mati).

Kekurangan (Cons)

  • Risiko Keselamatan: Bahaya besar jika terjadi kerusakan mendadak pada alat berat.

  • Biaya Tak Terduga: Jika suku cadang yang rusak ternyata mahal dan sulit dicari.

  • Downtime Terhambat: Proses produksi bisa berhenti total secara mendadak.

  • Pemborosan: Dalam lingkungan manufaktur, kerusakan mendadak bisa merusak material produksi lainnya.

Kesimpulan

Breakdown maintenance bukanlah tanda manajemen yang buruk, asalkan direncanakan dengan tepat. Strategi ini sangat efektif untuk aset yang murah dan tidak berisiko tinggi. Namun, untuk aset yang krusial bagi operasional dan keselamatan manusia, preventive dan predictive maintenance tetap menjadi pilihan terbaik.

Kuncinya adalah koordinasi. Jangan biarkan kerusakan mendadak melumpuhkan bisnis Anda tanpa adanya rencana cadangan yang matang.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *