MEDAN – Bencana pergerakan tanah kembali melumpuhkan sebagian infrastruktur transportasi di wilayah Sumatra Utara. Pada Kamis (23/4/2026), dua wilayah kabupaten, yakni Tapanuli Utara dan Nias Selatan, dilaporkan tertimpa material longsor secara bersamaan.
Dampak kerusakan infrastruktur paling parah tercatat di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara. Bongkahan tanah dan material longsoran menggerus jalur vital Jalan Nasional rute Tarutung-Sipirok hingga memutus jalan tersebut sepanjang 15 meter. Di waktu yang berdekatan, titik longsor lainnya juga teridentifikasi di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, yang sempat mengganggu lalu lintas arah Jalan Sorake.
Meski berdampak signifikan pada akses jalan, insiden ini dipastikan tidak memakan korban jiwa. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengonfirmasi bahwa data korban luka, korban jiwa, maupun warga yang harus mengungsi adalah nihil.
Hingga laporan terkini diturunkan, instansi terkait terus berupaya melakukan normalisasi akses. “Untuk kawasan di Nias Selatan, material tanah sudah berhasil dievakuasi dan jalan kembali bisa dilintasi. Namun, proses pembersihan material dan perbaikan sementara untuk ruas jalan di Tapanuli Utara masih terus digenjot,” jelas pejabat BPBD yang akrab disapa Yuyun tersebut di Medan.
Terputusnya akses jalan nasional seperti yang terjadi di ruas Tarutung-Sipirok menegaskan pentingnya mitigasi infrastruktur di kawasan rawan pergerakan tanah. Beberapa produk dan sistem geoteknik berikut sangat direkomendasikan sebagai solusi stabilisasi lereng dan pencegahan tanah longsor:
Geocell (Sel Geoteknik)
Geocell adalah struktur tiga dimensi berbentuk seperti sarang lebah yang terbuat dari bahan polimer (High-Density Polyethylene/HDPE). Sistem ini digunakan untuk menahan tanah pada lereng agar tidak mudah tergerus air hujan. Geocell dapat diisi dengan tanah, kerikil, atau beton, sehingga akar tanaman dapat tumbuh di atasnya dan memperkuat ikatan tanah di tebing jalan raya.Geogrid
Geogrid berupa jaring-jaring polimer yang memiliki kuat tarik sangat tinggi. Produk ini umumnya diaplikasikan sebagai lapis perkuatan (reinforcement) untuk menstabilkan tanah timbunan atau lereng jalan. Dengan Geogrid, beban di atas jalan atau tanah didistribusikan secara lebih merata, sehingga mencegah tanah ambles atau longsor.Piezometer
Piezometer mengukur tekanan air pori (pore water pressure) di dalam tanah. Kenaikan tekanan air tanah akibat hujan deras adalah pemicu utama longsor karena air bertindak sebagai pelumas yang melonggarkan ikatan antar partikel tanah. Pada proyek-proyek vital seperti high wall monitoring atau lereng bendungan, data dari piezometer memberi tahu teknisi kapan tekanan air sudah di ambang kritis sehingga area tersebut harus dievakuasi atau dikeringkan.Inclinometer
Inclinometer dipasang ke dalam lubang bor untuk mengukur pergerakan lateral (pergeseran horizontal) di bawah permukaan tanah dari waktu ke waktu. Inclinometer dapat secara akurat mendeteksi di mana tepatnya letak bidang gelincir (slip surface) dan seberapa cepat tanah bergerak.Bronjong (Gabion)
Sebagai solusi konvensional yang efektif dan ramah lingkungan, bronjong kawat yang diisi dengan batuan besar sangat cocok ditempatkan di kaki lereng (area toe) sebagai dinding penahan tanah (Retaining Wall). Gabion bersifat permeabel (tembus air), sehingga mampu mengurangi tekanan hidrostatis air tanah yang sering menjadi penyebab utama longsor di perbukitan.Soil Nailing dan Ground Anchor (Jangkar Tanah)
Untuk lereng curam di sisi jalan nasional, penggunaan perkuatan dengan metode soil nailing yang dikombinasikan dengan shotcrete (beton semprot) sangat direkomendasikan. Batang-batang baja ditanamkan ke dalam lereng sebagai “paku tanah” yang akan menahan massa tanah agar tidak bergeser jatuh ke jalan raya.Geotextile Non-Woven
Produk ini sering digunakan sebagai sistem filtrasi dan separasi di bawah badan jalan atau di belakang dinding penahan tanah. Geotextile memungkinkan air mengalir keluar dari tanah tanpa membawa partikel tanah (erosi buluh), yang menjaga stabilitas lereng dari kerusakan akibat akumulasi air hujan deras.
Pemasangan kombinasi dari produk-produk di atas akan sangat membantu dalam memperkuat daya dukung tanah dan mengamankan infrastruktur vital, terutama di kawasan dengan topografi perbukitan ekstrem seperti jalan nasional di Sumatra Utara.
Referensi: Berita ini disadur dan dikembangkan dari Metro TV News bertajuk “Tanah Longsor Landa Nias Selatan dan Tapanuli Utara, Jalan Nasional Tarutung-Sipirok Putus” yang diterbitkan pada 23 April 2026. Tautan Asli: https://www.metrotvnews.com/read/bw6C2VX3-tanah-longsor-landa-nias-selatan-dan-tapanuli-utara-jalan-nasional-tarutung-sipirok-putus
PT Global Teknik Pasundan
Office: Jl. Pd. Kelapa Raya No.3b, RT.6/RW.4, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450
